Kecelakaan tragis terjadi di wilayah Subang, Jawa Barat, pada hari Sabtu, 10 Mei 2025, sekitar pukul 14.30 WIB. Sebuah bus terguling yang membawa rombongan siswa dan guru dalam rangka study tour mengalami kecelakaan diduga akibat rem blong. Insiden yang terjadi di jalan alternatif menuju kawasan wisata Ciater ini menyebabkan puluhan penumpang mengalami luka-luka, baik ringan maupun berat.
Menurut keterangan saksi mata di lokasi kejadian, bus terguling saat melintasi jalan menurun dan menikung tajam. Diduga kuat, sopir bus tidak dapat mengendalikan kendaraan akibat rem blong sehingga bus oleng dan akhirnya bus terguling ke sisi jalan. “Saya lihat busnya sudah oleng dari atas, terus pas di tikungan langsung terguling keras,” ujar seorang warga sekitar, Bapak Anwar, yang menyaksikan langsung kejadian tersebut.
Kapolres Subang, AKBP Dedi Kusuma, yang tiba di lokasi kejadian beberapa saat setelah kecelakaan, membenarkan adanya insiden tersebut. “Benar, telah terjadi kecelakaan tunggal yang melibatkan sebuah bus pariwisata. Dugaan sementara penyebab kecelakaan adalah rem blong, namun kami masih akan melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pastinya,” jelas AKBP Dedi kepada awak media. Pihak kepolisian segera melakukan evakuasi korban dan mengamankan lokasi kejadian.
Data sementara dari pihak kepolisian dan tim medis di lapangan mencatat ada sekitar 45 penumpang di dalam bus tersebut. Sebanyak 30 orang mengalami luka-luka ringan dan telah mendapatkan perawatan di puskesmas terdekat. Sementara itu, 15 korban lainnya mengalami luka berat dan dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ciereng, Subang, untuk mendapatkan penanganan medis intensif. Beberapa korban dilaporkan mengalami patah tulang dan luka serius lainnya.
Pihak sekolah yang menyelenggarakan study tour tersebut belum memberikan keterangan resmi terkait insiden ini. Namun, informasi di lapangan menyebutkan bahwa rombongan tersebut berasal dari sebuah sekolah menengah pertama (SMP) di luar Subang yang sedang dalam perjalanan menuju salah satu objek wisata di kawasan Ciater. Kecelakaan bus terguling ini menambah daftar panjang kecelakaan lalu lintas yang melibatkan bus pariwisata dan menjadi sorotan akan pentingnya pemeriksaan kelaikan kendaraan secara berkala, terutama untuk perjalanan jauh dan membawa banyak penumpang.
