Peristiwa mengejutkan terjadi di Jakarta Timur pada Selasa, 7 Mei 2024, ketika dua anggota TNI dilaporkan tersambar petir saat sedang bertugas. Insiden tersambar petir ini terjadi di kawasan Lapangan Yonif Mekanis 201/Jaya Yudha, Kecamatan Cakung, sekitar pukul 15.30 WIB. Saat kejadian, hujan lebat disertai petir mengguyur kawasan tersebut, membuat kondisi lapangan sangat berbahaya untuk aktivitas luar ruangan.
Kedua prajurit, Serka Budi Santoso (35) dan Kopda Arif Prabowo (29), tengah melakukan latihan rutin ketika tiba-tiba sambaran petir mengenai area lapangan. Menurut keterangan Kapolsek Cakung, AKP Andi Pratama, kedua korban langsung tak sadarkan diri setelah tersambar petir dan segera dievakuasi ke RSUD Cakung menggunakan ambulans militer. “Penanganan cepat dilakukan oleh tim medis TNI dan tim kami, saat itu juga lapangan langsung dikosongkan untuk mencegah kejadian serupa,” ujar AKP Andi.
Dari hasil pemeriksaan awal, kedua korban mengalami luka bakar ringan di beberapa bagian tubuh, serta memerlukan perawatan intensif karena sempat kehilangan kesadaran lebih dari 30 menit. Pihak Rumah Sakit TNI AD Gatot Soebroto juga telah dilibatkan untuk memberikan bantuan medis lanjutan setelah korban dipindahkan pada malam harinya.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sendiri sebelumnya telah mengeluarkan peringatan dini pada pagi hari yang sama, tentang potensi cuaca ekstrem di wilayah Jabodetabek, termasuk risiko tersambar petir. Sayangnya, informasi ini mungkin belum sepenuhnya diterima oleh seluruh pihak di lapangan.
Akibat insiden tersambar petir ini, Komando Distrik Militer (Kodim) 0505/Jakarta Timur mengeluarkan surat edaran untuk seluruh satuan di bawahnya agar menunda kegiatan luar ruangan selama cuaca buruk berlangsung. Selain itu, Kodam Jaya mengingatkan seluruh prajurit untuk selalu mematuhi prosedur keselamatan saat terjadi hujan lebat, termasuk penggunaan alat pelindung diri serta deteksi dini kondisi cuaca.
Kejadian ini menjadi pengingat keras bahwa keselamatan dalam bertugas harus menjadi prioritas, terutama di tengah perubahan iklim yang semakin ekstrem di berbagai wilayah Indonesia. Semoga kedua prajurit yang menjadi korban dapat segera pulih dan kembali bertugas dengan baik.
