Industri minyak, baik itu minyak bumi, minyak goreng, maupun pelumas, seringkali menjadi target empuk bagi para pelaku kejahatan. Modus operandi pemalsuan minyak terus berevolusi, dan kini, modus operandi terbaru pemalsu minyak semakin canggih dan sulit dideteksi oleh masyarakat awam. Konsumen harus ekstra waspada terhadap jebakan minyak oplosan yang beredar di pasaran, karena dapat merugikan secara finansial dan bahkan membahayakan kesehatan atau kinerja mesin.
Pada minyak bumi atau bahan bakar, praktik pengoplosan sering terjadi. Pelaku mencampur bahan bakar asli dengan zat lain yang lebih murah, seperti kondensat, air, atau bahkan bahan kimia berbahaya lainnya. Modus ini bisa dilakukan di tingkat distributor, di mana mereka mengoplos bahan bakar sebelum didistribusikan ke SPBU, atau bahkan di tingkat pengecer. Tujuannya tentu untuk meraup keuntungan besar dengan mengorbankan kualitas produk. Kendaraan yang menggunakan BBM oplosan ini bisa mengalami kerusakan mesin serius dalam jangka panjang.
Sementara itu, untuk minyak goreng, pemalsuan seringkali dilakukan dengan mencampur minyak goreng bekas atau daur ulang yang tidak higienis dengan sedikit minyak baru. Ada pula kasus di mana minyak goreng curah yang tidak memenuhi standar kualitas dikemas ulang dengan merek-merek terkenal. Minyak oplosan jenis ini sangat berbahaya bagi kesehatan, karena bisa mengandung zat karsinogenik dan bakteri yang timbul dari proses daur ulang yang tidak tepat. Konsumen perlu jeli terhadap kemasan yang tampak mencurigakan atau harga yang terlalu murah.
Tak ketinggalan, minyak oplosan juga merambah produk pelumas (oli). Pelaku mengoplos oli bermerek dengan oli bekas atau oli inferior, lalu mengemasnya kembali menyerupai produk asli. Oli palsu ini dijual dengan harga yang sedikit lebih murah dari harga pasaran, namun performanya jauh di bawah standar. Penggunaan oli oplosan dapat menyebabkan gesekan berlebih pada mesin, mempercepat keausan komponen, dan bahkan merusak mesin kendaraan secara permanen.
Untuk menghindari jebakan minyak oplosan, ada beberapa hal yang bisa dilakukan:
- Beli dari Penjual Resmi: Selalu beli produk minyak dari distributor, agen, atau toko yang terpercaya dan memiliki reputasi baik. Hindari membeli dari sumber yang tidak jelas.
- Periksa Kemasan: Teliti kemasan produk. Perhatikan segel, hologram, tanggal kedaluwarsa, dan informasi produk lainnya. Produk palsu seringkali memiliki kemasan yang cacat, tulisan buram, atau segel yang tidak rapi.
