Warga di dua desa di Luwu Timur, Sulawesi Selatan, yakni Desa Puncak Indah dan Desa Kalaena Kiri, Kecamatan Kalaena, diresahkan dengan temuan sejumlah bangkai babi yang berserakan. Sebanyak 14 ekor bangkai babi ditemukan di kedua desa tersebut, menimbulkan pertanyaan besar dan kekhawatiran di tengah masyarakat, terutama mengingat wilayah Luwu Timur pernah dilanda wabah virus African Swine Fever (ASF).
Pihak kepolisian setempat telah menerima laporan mengenai penemuan bangkai babi tersebut dan segera melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) di kedua lokasi. Petugas melakukan pendataan dan mengambil sampel dari bangkai babi untuk diperiksa lebih lanjut oleh Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Luwu Timur. Tujuan utama dari penyelidikan ini adalah untuk mengetahui penyebab pasti kematian belasan babi tersebut dan memastikan apakah ada indikasi penyebaran penyakit menular.
Kapolres Luwu Timur, AKBP Zulkarnain, melalui Kasat Reskrim IPTU Muhammad Fauzy, menyatakan bahwa pihaknya sedang melakukan penyelidikan intensif terkait temuan bangkai babi ini. Meskipun dugaan awal mengarah pada kemungkinan adanya sisa-sisa wabah ASF, polisi tidak menutup kemungkinan adanya faktor lain yang menyebabkan kematian massal babi tersebut, seperti keracunan akibat pakan atau penyakit lain di luar ASF.
Temuan bangkai babi dalam jumlah yang tidak sedikit ini tentu menimbulkan keresahan di kalangan peternak babi di Luwu Timur, terutama di dua desa tempat penemuan. Mereka khawatir akan potensi penyebaran penyakit yang dapat kembali merugikan usaha peternakan mereka yang baru mulai pulih pasca wabah ASF sebelumnya. Pemerintah daerah dan dinas terkait diharapkan dapat segera memberikan informasi yang jelas dan akurat mengenai penyebab kematian babi-babi tersebut serta langkah-langkah pencegahan dan penanganan yang akan diambil untuk melindungi populasi ternak.
Masyarakat di kedua desa diimbau untuk tidak panik namun tetap meningkatkan kewaspadaan. Jika menemukan bangkai babi lainnya atau melihat gejala penyakit yang mencurigakan pada babi peliharaan, warga diminta untuk segera melaporkan kepada pihak berwenang agar tindakan pencegahan dan penanganan yang tepat dapat segera dilakukan untuk meminimalisir potensi risiko penyebaran penyakit.
Penyelidikan yang dilakukan oleh kepolisian dan Dinas Peternakan ini diharapkan dapat segera mengungkap misteri di balik kematian belasan bangkai babi yang berserakan di Desa Puncak Indah dan Desa Kalaena Kiri.
