Kesedihan mendalam menyelimuti pasangan suami istri di Surabaya, Jawa Timur, setelah buah hati mereka yang masih berusia 18 bulan ditemukan tewas hanyut di aliran Sungai Surabaya pada Kamis sore, 17 April 2025. Tangis orang tua pecah tak terbendung saat pihak kepolisian mengkonfirmasi kabar tragis tersebut. Bayi malang itu sebelumnya dilaporkan hilang dari rumahnya yang berada di dekat bantaran sungai sejak Rabu malam. Tangis orang tua ini menggambarkan kepedihan yang tak terhingga atas kehilangan sang buah hati.
Menurut keterangan dari pihak keluarga, bayi laki-laki bernama Raka tersebut diduga keluar dari rumah saat kedua orang tuanya sedang terlelap tidur. Rumah korban yang berada tidak jauh dari bibir sungai menjadi faktor risiko utama dalam kejadian nahas ini. Pagi harinya, saat orang tua Raka menyadari anaknya tidak ada di tempat tidur, mereka langsung panik dan berusaha mencari di sekitar rumah dan lingkungan sekitar. Upaya pencarian yang dilakukan oleh keluarga dan warga setempat kemudian dilaporkan kepada pihak kepolisian dan tim SAR (Search and Rescue).
Tim SAR gabungan dari Basarnas, BPBD Kota Surabaya, dan relawan melakukan pencarian intensif di sepanjang aliran Sungai Surabaya sejak Kamis pagi. Setelah beberapa jam melakukan penyisiran, jenazah Raka akhirnya ditemukan tersangkut di ranting pohon di sekitar dua kilometer dari rumahnya. Kabar penemuan jenazah bayi tersebut langsung disampaikan kepada pihak keluarga. Tangis orang tua Raka pun pecah saat melihat jasad mungil putra tercinta mereka.
Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Tambaksari, Kompol Imam Santoso, membenarkan adanya penemuan jenazah bayi yang sebelumnya dilaporkan hilang. Pihaknya menyampaikan turut berduka cita atas musibah yang menimpa keluarga korban. “Kami telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) di rumah korban dan di lokasi penemuan jenazah. Dugaan sementara, bayi tersebut keluar rumah tanpa sepengetahuan orang tuanya dan terjatuh ke sungai. Ini adalah kejadian yang sangat tragis,” ujar Kompol Imam. Pihak kepolisian mengimbau kepada seluruh orang tua, terutama yang tinggal di dekat sungai atau area berbahaya lainnya, untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak mereka agar kejadian serupa tidak terulang kembali. Suasana duka mendalam masih terasa di rumah duka dan tangis orang tua Raka menjadi simbol kehilangan yang menyayat hati.
