Kasus kekerasan terhadap anak kembali menggemparkan Sumatera Selatan pasangan suami istri (pasutri) di Musi Banyuasin (Muba) tega menghabisi nyawa anak angkat mereka yang baru berusia lima tahun. Fakta mengerikan terungkap bahwa sang suami menjadi dalang pembunuhan, sementara istrinya bertindak sebagai eksekutor dalam kejadian yang terjadi di rumah kontrakan pelaku di Blok F1 RT 05 RW 03, Kelurahan Balai Agung, Kecamatan Sekayu, Kabupaten Muba.
Peristiwa tragis ini terungkap setelah pihak kepolisian melakukan penyelidikan mendalam atas laporan nenek korban mengenai hilangnya cucunya yang di aniaya pasutri di Muba. Korban yang berinisial AP (5) ditemukan tewas dengan kondisi mengenaskan di dalam rumah kontrakan pelaku.
Motif pembunuhan diduga kuat karena korban yang seringkali rewel dan susah diatur membuat pelaku kesal. Sang suami, AR (27), disebut-sebut sebagai pihak yang menyuruh istrinya, S (24), untuk melakukan pembunuhan tersebut. Ironisnya, kedua pelaku merupakan orang tua angkat korban yang seharusnya memberikan kasih sayang, perlindungan, dan rasa aman.
Kapolres Muba AKBP Imam Safii melalui Kasat Reskrim AKP Morris Widhi Harto membenarkan adanya kasus pembunuhan ini dan menyatakan bahwa pihaknya telah berhasil mengamankan kedua pelaku pada Rabu (18/1/2023).
Serangkaian pemeriksaan intensif telah dilakukan untuk mengungkap detail lebih lanjut mengenai kronologi kejadian secara rinci, termasuk bagaimana eksekusi dilakukan dengan cara dicekik hingga tewas.
Kasus yang sangat memilukan ini sontak menimbulkan kemarahan dan kesedihan mendalam di tengah masyarakat Muba dan sekitarnya. Tindakan keji orang tua angkat terhadap anak yang seharusnya mereka lindungi dianggap sebagai kejahatan luar biasa.
Suara-suara kecaman terhadap perbuatan pelaku terus bergema, dan harapan akan hukuman setimpal sesuai dengan undang-undang perlindungan anak dan hukum pidana pun menguat.
Pihak kepolisian saat ini masih terus mendalami kasus ini secara menyeluruh, termasuk menunggu hasil visum et repertum dari tim forensik untuk mengetahui secara pasti penyebab kematian korban dan memastikan tidak ada luka lain.
Pengumpulan barang bukti di lokasi kejadian juga terus dilakukan, dan keterangan dari saksi-saksi lain yang mungkin mengetahui situasi keluarga pelaku juga akan diambil. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang, tidak terprovokasi oleh informasi yang belum pasti, dan mempercayakan sepenuhnya penanganan kasus ini kepada pihak berwajib demi penegakan hukum yang adil.
